Archive for: May 2013

Humas PKS Jateng Raih Penghargaan Humas terbaik se-Indonesia


Semarang — Humas Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jawa Tengah berhasil meraih penghargaan sebagai Humas terbaik se-Indonesia. Humas DPW PKS Jateng dinilai oleh Dewan Pengurus Pusat (DPP) PKS mampu bekerja secara simultan dan terus menerus guna mencitrakan PKS di mata publik.

Hal tersebut diungkapkan oleh Sekretaris Badan Humas (Bahumas) DPP PKS, Dedi Supriadi, ST saat berkunjung ke kantor DPW PKS Jawa Tengah, Sabtu (25/5), di Jl Kelud Utara 46, Petompon Gajahmungkur, Semarang. “Humas PKS Jateng kami anggap memiliki kinerja yang konsisten dan rapi,” terang Dedi.

Selain itu, imbuh Dedi, Humas PKS Jateng juga cukup mampu melaksanakan kerja-kerja kehumasan di berbagai ranah, baik itu media relations, web, socmed, dan lain sebagainya. “Terkhusus kami berikan apresiasi terkait pola penanganan isu dan krisis partai,” terang pria yang juga sebagai Kepala Humas Fraksi PKS DPR RI ini.

Dedi juga menambahkan dengan konsep “Kabeh Dadi Humas” yang diinisiasi oleh PKS Jateng, kini setiap kader PKS mampu memposisikan dirinya sebagai humas Partai yang menjadi corong Partai dakwah ini.


Kabarpks.com

Pengamat: Karena "Berbahaya", PKS Dibuat Seperti Macan Ompong

Pengamat politik yang juga pengajar Ilmu Sosial Politik Universitas Bengkulu Lamhir Syam Sinaga menyatakan bahwa Partai Keadilan Sejahtera (PKS) saat ini dibuat menjadi seperti ‘macan ompong.’


“Ada kekhawatiran yang sangat besar, baik dari dalam maupun luar negeri terhadap PKS yang kini diibaratkan seperti macan yang sudah mulai ada taringnya, oleh sebab itu sebelum menjadi lebih besar, dihabisi dulu tenaganya,” katanya di Bengkulu, Selasa.


Menurut dia, PKS saat ini mengalami konspirasi politik tujuannya agar partai tersebut tidak fokus pada doktrin perjuangannya serta tidak fokus pada target-target partai.


“Jadi target orang itu bagaimana supaya PKS nantinya tidak termasuk menjadi partai yang bisa berbuat apa-apa, dibuat sedemikian rupa menjadi partai netral yang tidak berpengaruh di kancah politik dan bisa dikendalikan, itu target mereka, jadi target mereka itu bukan sampai membubarkan PKS,” katanya memprediksi.


Sebagian pihak meyakini, kata Lamhir, kalau PKS dalam keadaan aman dan tidak bermasalah maka PKS bisa saja menjadi partai nomor satu di Indonesia pada Pemilihan Umum 2014. Dia memaparkan bahwa partai yang berpengaruh adalah partai yang mempunyai empat unsur yang saling bersinergi.


“Ada unsur tradisional, emosional, ‘power’ dan ‘interest.’ Unsur tradisional ini menyangkut kekeluargaan, sedangkan emosional merupakan keterkaitan emosi, di sini PKS sangat solid sehingga persatuan serta kadernya sangat bagus,” katanya.


Namun menurut dia, untuk menjadi partai yang berpengaruh butuh unsur “interest” yang memuat keinginan masyarakat tentang keamanan dan kesejahteraan.


“Setiap partai akan manjadi besar dan mendapatkan dukungan massa kalau dapat memberikan ‘security’ dan ‘prosperity’ baik untuk masyarakat maupun untuk partai. Untuk menciptakan unsur ‘interest’ ini dibutuhkan orang-orang yang handal dalam negosiasi maupun dalam melakukan lobi-lobi, dan orang-orang itu yang saat ini kita lihat dihancurkan di PKS, sehingga mereka ibarat kehilangan taring kalau orang seperti itu tidak ada di partai,” kata dia.


Lamhir mengatakan bahwa hantaman permasalahan yang menimpa PKS membuat “plotting mass” akan mengalihkan pilihannya ke partai lain pada pemilihan umum nanti.


“Jadi ‘floatting mass’ yang semula percaya kepada PKS menjadi masa yang akan beralih ke partai lain, karena mereka melihat tidak ada lagi faktor ‘security’ pada PKS,” katanya.


Menurut dia konspirasi politik yang menimpa PKS tidak hanya berasal dari dalam negeri, tetapi juga ada ikut campur tangan negara asing.


“Bukan orang dalam saja, tetapi ada indikasi luar, ini disebabkan ketakutan negara luar oleh karena PKS sudah mempunyai pengaruh besar saat ini, dan jika PKS menjadi partai nomor satu serta menguasai Indonesia, bukan tidak mungkin ideologi Indonesia juga akan bergeser, apalagi saat ini di Mesir dan Turki dimenangkan oleh partai yang satu doktrin dan ideologi dengan PKS,” kata dia.

*http://www.republika.co.id/berita/nasional/politik/13/05/28/mni2jq-pengamat-pks-dibuat-seperti-macan-ompong

Tetap Terbang

Jakarta-Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Anis Matta mendongkrak semangat para kader partainya. Ia meminta mereka tetap berprasangka baik meskipun sedang dirundung badai.
Semua ujian dan cobaan yang dihadapi harus disikapi dengan prasangka baik dan tetap menjaga hubungan kepada Allah, agar lebih siap dengan segala cobaan yang mungkin akan datang lebih besar.

“Apapun pertama yang kita alami termasuk semua badai yang sekarang datang, harus tetap kita tafsirkan dalam konteks husnudzon bilah (berprasangka baik kepada Allah, red) bahwa Allah tidak mempunyai prasangka buruk kepada kita,” ujar Anis dalam pidatonya di gedung Bidakara, Jakarta, Jumat (24/5).
Ia menerangkan, apa yang dialami PKS adalah cuaca buruk yang tidak bisa diprediksi oleh siapa pun.
“Cuaca ini adalah fenomena alam yang pengetahuan manusia tidak sampai pada derajat pengetahuan tentang cuaca ini. Dan itu berarti waktu kita katakan kita akan terbang dalam cuaca buruk,” kata dia.
Mantan Wakil Ketua DPR tersebut mengingatkan agar kadernya tetap berdoa untuk menyikapi persoalan yang mendera PKS saat ini.
“Dan sepanjang kita yakin semua peristiwa dikendalikan oleh Allah maka kita mempunyai hak intervensi melalui doa,” Jelasnya mengakhiri
Sumber: Dakwatuna

PKS Yakin Raup Suara Pemilu 2014 Lebih Banyak

Jakarta: Meski sejumlah kadernya diterjang badai kasus suap impor daging sapi, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) optimistis raihan suaranya pada Pemilu 2014 lebih baik ketimbang Pemilu 2004 dan 2009.

Demikian ditegaskan Presiden PKS Anis Matta ketika berkunjung ke kantor Media Group di Kedoya, Jakarta Barat, Rabu (22/5) siang. Kedatangan Anis didampingi Wasekjen Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mahfudz Siddiq dan anggota Fraksi PKS Fahri Hamzah.

Kehadiran petinggi PKS tersebut disambut Direktur Pemberitaan Metro TV Suryopratomo, Pemimpin Redaksi Metro TV Putra Nababan, Wakil Pemimpin Redaksi Metro TV Najwa Shihab dan Asep Setiawan, serta Deputi Kepala Divisi Pemberitaan Media Indonesia Abdul Kohar.


Keyakinan Anis Matta bersandarkan pada empat hal. “Jangkauan struktur partai lebih luas dan kader kini lebih banyak. Lalu dengan adanya isu suap impor daging, sekarang PKS menguasai panggung di TV. Yang keempat ialah narasi yang orisinal,” ujarnya.

Cara konvensional untuk memasarkan partai politik dengan banyak memasang iklan di berbagai media massa dinilai Anis tidak cukup manjur. “Buktinya, banyak partai yang gagal meski telah beriklan di mana-mana,” kata Anis.

Jurus sakti yang diandalkan PKS ialah adanya narasi yang orisinal. “Masyarakat lebih percaya kepada kader kami di DPRa, DPC, DPD karena lebih kenal. Masyarakat tidak kenal dengan yang di atas,” tutur Anis.

Bahkan, Anis telah menunjuk Fahri untuk menangani masalah hukum, Mahfudz di bidang politik, dan Andi Rahmat di bidang keuangan dalam menjelaskan kebijakan PKS kepada masyarakat.

“Saya sudah memerintahkan agar ketiganya berbicara di televisi. Jangan takut salah berbicara. Sebelum salah sudah saya maafkan,” tandas Anis.


Isu Darin & Aliran Uang Fathanah Merebak, Ini Tanggapan Resmi PKS

Jakarta – Isu Darin Mumtazah yang dinikahi Luthfi Hasan tengah hangat diperbincangkan publik. Ada juga aliran uang Ahmad Fathanah ke 45 perempuan. Mau tak mau isu itu banyak dikaitkan dengan PKS. Bagaimana sikap resmi PKS soal isu itu?

“PKS tetap berusaha selalu menjadi partai yang lebih baik. Karena itu PKS membuka diri atas masukan, kritik, dan saran dari semua. PKS yakin itu bagian dari rasa cinta dan perhatian,” jelas Kepala Bidang Humas PKS Mardani Ali Sera dalam keterangannya kepada detikcom, Kamis (23/5/2013).

Mardani menegaskan, untuk kasus Ahmad Fathanah dan Luthfi Hasan jelas itu hubungan pribadi di antara keduanya. Tak ada kaitan dengan PKS.

“Untuk kasus dana yang mengalir dari AF monggo diusut dan dibuka di pengadilan. PKS mengapresiasi PPATK yang sangat diperlukan bagi terwujudnya transparansi yang jadi dasar Indonesia yang maju, adil, dan sejahtera,” imbuhnya.

“Untuk kasus Darin, kami berpendapat, monggo dibuktikan, diusut dan diselidiki. Jika terbukti benar terjadi pernikahan, ini sangat tidak biasa dalam rumah tangga kader PKS,” tambahnya.

Menurut Mardani, kader PKS dalam pernikahan selalu dilakukan antara kader yang seperjuangan. “Selalunya pernikahan kami lakukan di antara ikhwan dan akhwat yang satu perjuangan. Karena itu, sekali lagi jika itu benar terjadi maka kami tidak memahami landasan terjadinya pernikahan itu. Doa kami, berita itu tidak benar,” urainya.

Kalau seandainya benar, PKS menyerahkan sepenuhnya kepada Luthfi Hasan selaku pribadi untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

“Jikapun benar, maka tiap orang mesti bertanggung jawab terhadap apa yang dilakukannya,” tutupnya.

Sumber: Detik.com